Mesin Generasi Baru 110cc eSP

bengkelsepedamotor_BEAT POPAkhir tahun 2014 Astra Honda Motor meluncurkan dua varian BeAT, BeAT eSP dan BeAT POP eSP. Teknologi eSP sebelumnya sudah diterapkan pada model lain dengan mesin 125cc yaitu PCX 125, Vario 125 dan PCX 150.

Mesin generasi baru 110cc eSP
Mesin 4 langkah, atau siklus Otto sudah ada lebih dari 110 tahun, dari generasi ke generasi seiring perkembangan ilmu pengetahuan, terus mengalami penyempurnaan, dasarnya tetap sama yaitu ada piston yang bergerak bolak-balik 4 langkah: hisap-kompresi-tenaga-buang.

eSP – enhanced Smart Power, adalah peningkatan tenaga yang didapat dari penyempurnaan komponen, desain, proses kerja, inilah yang dilakukan teknologi eSP HONDA pada mesin generasi baru 110cc Honda BeAT eSP, memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan keluaran tenaga mesin yang lebih besar tanpa menaikkan kapasitas mesin (cc), dan tetap irit.
Berikut adalah 7 point teknologi eSP HONDA yang diterapkan pada mesin 110cc:

#1 Starter ACG

Ini adalah sistem starter mesin paling efisien saat ini, daya listrik rendah, 100% tidak ada bagian starter yang bergesek maupun bersentuhan dengan mesin setelah mesin hidup seperti pada sistem starter yang menggunakan kopling starter (one way clutch).
Setelah mesin hidup fungsi starter berubah menjadi generator AC untuk memasok sistem kelistrikan sepedamotor (mengisi Aki).
Bonus dari starter ACG; tidak perlu lagi pick-up coil penentu posisi crackshaft, dapat menerapkan ISS-Idling Stop System, pengisian listrik 3-phase, bunyi starter sangat halus, tidak ada bentuk motor starter terpisah, banyak part yang tidak dipakai dengan bergabungnya starter dengan generator AC, bobot mesin makin ringan.

#2 Roller Rocker Arm

bengkelsepedamotor
Gesekan rocker arm dengan camshaft berkurang karena ada bantalan putar-roller, gesekan rendah tenaga keluaran mesin lebih maksimal karena tidak dipakai untuk melawan gesekan antar komponen, sudah teruji sejak 2002 pada model Karisma 125. Untuk BeAT eSP diameter roller diperkecil, makin ringan, makin sedikit daya mesin yang digunakan untuk menggerakan rocker arm, penggunaan BBM optimal.

#3 Tumble & Squish

Penempatan injector makin dekat katup masuk & tidak ditengah lubang masuk, membuat pusaran saat campuran bahan bakar dan udara dihisap kedalam ruang bakar(tumble), kemudian saat campuran ini dikompresi lekuk pada kepala silinder (squish) mengarahkan campuran menuju busi, campuran yang homogen lebih mudah menyala dan menghasilkan tenaga lebih besar.

#4 Offset Cylinder & Spinny Sleeves

bengkelsepedamotor offset cylinderOffset Cylinder; Penyaluran langkah tenaga lebih effisien, posisi offset antara silinder dan crankshaft seperti pada gambar diatas mengurangi efek piston menekan ke dinding silinder (gaya kesamping), langkah tenaga lebih banyak tersalur ke crankshaft (gaya kebawah).
Spiny Sleeves; dinding silinder bertekstur merata diseluruh permukaan luar yang terhubung dengan sirip pendingin, proses pelepasan panas lebih baik dan merata, hasilnya pada dinding bagian dalam distorsi silinder berkurang, piston lancar bergerak bolak-balik dalam silinder, silinder dapat dibuat lebih tipis, bobot mesin berkurang, power to weight ratio lebih baik.

#5 Light Weight Piston & Smaller Piston Pin

bengkelsepedamotor_beat pop pistonDengan rancang bangun yang semakin modern bobot piston dan pin piston BeAT eSP dapat dikurangi tanpa mengurangi kekuatannya, total berat yang direduksi 14,8gram, pengaruhnya sangat besar, karena komponen ini bekerja bolak-balik, makin ringan makin bagus, konsumsi bahan bakar lebih effisien, tenaga meningkat.

#6 Transmission Case 

Kurangi bobot, kurangi gesekan, inti dari meningkatnya tenaga mesin 110cc generasi baru yang diberi sentuhan Teknologi eSP dari Honda, oli pelumas gigi transmisi juga dapat bagian, pada rumah gigi transmisi reduksi akhir ada tambahan tonjolan (rib) berfungsi menangkap sebagian oli yang terlempar oleh gaya sentrifugal dari roda gigi besar sehingga pelumas tidak semua ikut masuk diantara tautan gigi reduksi, sebagian oli langsung mengalir turun ke dasar rumah transmisi, jumlah pelumas yang melekat pada gigi trasmisi berkurang, isi oli pelumas transmisi dapat dikurangi; seperti jika kita mencoba berlari di kolam air, permukaan air sepinggang, sedengkul, atau semata kaki, mana lebih ringan.
Putaran gigi transmisi reduksi makin lancar.

 #7 CVT 

Setelah point #1 sampai #6 menaikkan efisiensi mesin sehingga mesin 110cc lebih bertenaga, maka saatnya mendesain CVT lebih baik lagi yaitu agar sepedamotor Beat eSP dapat berakselerasi lebih baik dan kecepatan maksimum lebih tinggi.
Jarak antar poros pulley depan & belakang masih sama dengan BeAT FI, namun diameter pulley lebih besar, maka perlu belt yang lebih panjang, 820mm, BeAT FI 805mm.
Seperti pakai gir belakang yang lebih besar pada sepedamotor dengan penggerak rantai, perlu rantai lebih panjang, hasilnya akselerasi lebih kuat.
Untuk mencapai top speed maka pulley CVT depan harus membesar, perlu roller yang berat, BeAT eSP menggunakan roller 15gr (BeAT FI 13gr).

Karena diameter pulley depan & pulley belakang lebih besar, maka BeAT eSP mempunyai rasio CVT extra dibanding CVT dengan diameter pulley lebih kecil, akselerasi bagus, top speed juga bagus, semua hasil tenaga mesin yang sudah meningkat disalurkan oleh CVT dengan baik dan efisien (cerdik).

Menurut klaim pabrikan AHM BeAT eSP dan BeAT POP eSP; akselerasi 0-200m 12,6detik, Top speed 94km/jam dan konsumsi BBM 63km/l untuk model yang menggunakan ISS (metode ECE R40). Kompresi 9,5:1 aman dengan BBM Premium, dan aman juga dikendarai karena ada fitur Combi Brake System, sensor standar samping.

Mesin Generasi Baru 110cc eSP = mesin yang memanfaatkan teknologi dengan cerdik,
eSP – ENHANCED SMART POWER
img_esp

Salam,
bengkelsepedamotor

logo

Mencoba All New BeAT POP eSP

bengkelsepedamotor_beat pop redHari Sabtu 20 Desember 2014, bengkelsepedamotor bersama teman-teman blogger mendapat kesempatan mencoba All New BeAT eSP & All New BeAT POP eSP, kedua model ini adalah generasi penerus Honda BeAT. Honda BeAT merupakan sepedamotor yang tidak asing bagi bengkelsepedamotor karena selain pernah ikut lomba, juga karena ada BeAT karburator 2010 yang selalu setia menemani kesayangan beraktifitas.

bengkelsepedamotor langsung memilih BeAT POP eSP untuk test ride, karena selain bentuk body beda posisi duduk juga lebih rendah 5mm dibanding dengan BeAT eSP. Tinggi badan saya 164cm, duduk pas dan nyaman diatas jok Honda BeAT POP eSP.

Rute test ride adalah jalan umum disekitar AHTC-Astra Honda Training Centre Sunter Jakarta Utara, kondisi pengendaraan normal, buka tutup gas, rem, seirama dengan lingkungan lalu lintas sekitar. Saat keluar dari Training Centre, jalan Danau Sunter Utara cukup padat, kecepatan rata-rata sekitar 30km/jam, total jarak tempuh sampai kembali ke AHTC hampir 10km.
ISS-Idling Stop System bekerja baik, saat jalan macet menjelang lampu lalu lintas, setelah itu lumayan lancar, BeAT POP berakselerasi mantap saat jalan lurus dan lancar (bekas runway) buka gas penuh, dan sepedamotor melesat mengikuti bukaan gas, tarikannya mantap.
Menjelang arah balik, arus lalu lintas kusut, jalan menyempit, ISS saya matikan karena terlalu sering ON-OFF, setelah lumayan lancar, kembali saya aktifkan ISS. CBS-Combi Brake System nyaman digunakan, tinggal tarik tuas kiri, rem belakang-kemudian rem depan aktif menahan laju skutik berbarengan, tangan kanan genggam penuh dan selalu siap buka gas. Sangat puas dengan kemampuan mesin 110cc eSP, posisi berkendara, serta kenyamanan penggunaan Honda POP eSP.

Setelah sesi test ride acara dilanjutkan dengan pengenalan produk dan bedah mesin generasi baru 110cc eSP.

Terimakasih AHM, HC3, dan AHTC, pengalaman baru dan juga menambah wawasan teknis saya. Hasilnya 3 blogger galau, ingin meminang Honda BeAT POP eSP.

Salam,
bengkelsepedamotor
logo

Mengganti Belt Skutik

Punya skutik Honda BeAT sudah hampir 5 tahun (Feb 2010) masih awet, cuma mau ganti saja beltnya, beli sukucadang di HEPS Dewi Sartika Cawang dengan nomor 23100-KVY-BA1 dan baru hari ini sempat dibongkar. Awalnya agak ragu mau bongkar sendiri masih belum yakin bagaimana menahan drive pulley (depan) kalau driven pulley sudah ada spesial tool penahan rotor magnet, ada yang menyarankan buka pakai impact driver, iya buka murnya jadi gampang, tapi bengkelsepedamotor tidak punya. Pakai yang ada saja pelan-pelan asal tidak diketok palu pasti aman, kerja harus tetap prosedur, rapih, sabar. Continue reading