DYNAMOMETER

meteran

Mengukur tenaga yang dihasilkan oleh sebuah mesin adalah sesuatu yang mudah secara hitungan teori namun sulit untuk dipraktekan, karena yang diukur adalah tenaga, kekuatan putar yang bergerak pada suatu satuan jarak dan waktu.

Sebelum diciptakan dynamometer, tenaga kendaraan diperkirakan berdasarkan waktu tempuh pada jarak yang tetap, menggunakan stop watch, dengan asumsi berat kendaraan sama, jarak tempuh sama, yang berbeda adalah waktu tempuh, makin kecil waktu tempuh berarti makin besar tenaganya. Misalnya setel mesin di sirkuit, akan diukur dengan turunnya catatan waktu tempuh per putaran sirkuit.

TORSI yang dihasilkan oleh sebuah mesin motor bakar berbeda tergantung jumlah pembakaran/langkah tenaga pada setiap putaran mesin, contoh mesin empat langkah, pada putaran 2000 RPM melakukan 1000 kali langkah tenaga per menit, sedangkan pada 6000 RPM ada 3000 langkah tenaga per menit.

Dynamometer bukan alat ukur satu satuan, seperti satuan panjang atau satuan berat yang mempunyai nilai tetap walau waktu dan tempat berbeda.
Angka Tenaga yang ditampilkan oleh dinamometer adalah hasil dari 3 satuan; berat, jarak, waktu. Silahkan baca tulisan sebelum ini Tenaga Kuda.

Contoh:
Sebuah sepedamotor dengan angka tenaga 10HP diuji dengan posisi gigi transmisi berbeda.
Dari kondisi diam posisi gigi 1 angka 10HP dicapai pada jarak dan waktu yang lebih dekat dan cepat dibandingkan mulai dari kondisi diam dengan posisi gigi 4, padahal mesin tetap sama punya tenaga 10HP, namun jarak dan waktu tempuh akan lebih jauh dan lama untuk mencapai nilai 10HP pada posisi transmisi ke-4.

Dynamometer ada 2 model, Engine Dynamometer dan Chassis Dynamometer.
Produsen kendaraan mengukur tenaga mesin dengan engine dynamometer langsung di poros engkol, beban kendaraan dan variabel transmisi tidak dihitung.
Chassis Dynamometer mengukur tenaga mesin di roda belakang, mengukur kekuatan tenaga yang ada/sampai di roda belakang untuk menggerakkan sepedamotor, ada variabel berat kendaraan, transmisi, kualitas ban, dll.

Apa yang dilihat dan dibandingkan hasil dari alat ukur Dynamometer ?

Apakah mesin A 22HP@9000rpm lawan mesin B 21HP@6000rpm berarti mesin A lebih baik karena mempunyai nilai HP yang lebih besar ?.
Hasil ukur Dynamometer adalah bentuk kurva grafik tenaga mesin A lawan mesin B perhatikan dan bandingkan bagaimana karakter mesin mencapai puncak tenaga dan lihat juga berapa cepat (satuan waktu) angka tenaga kuda ini dicapai; misal 21HP dalam waktu 5 detik, lawan 22HP yang dicapai dalam waktu 10 detik.
Sama-sama mesin 150cc namun memiliki langkah piston berbeda, mesin A dengan besar langkah dan diameter piston sama dibandingkan dengan mesin B langkah lebih kecil dibandingkan diameter piston, lihat bentuk kurva grafik karakter tenaga yang dihasilkan.

Dynamometer bukan untuk membandingkan (membahas) besarnya angka tenaga kuda/HP saja, melainkan komplit dengan bagaimana angka tenaga tersebut didapat dalam satuan kecepatan (jarak dan waktu) bentuk kurva grafik ini yang dibaca untuk dibahas.

Tulisan berikut, memilih Chassis Dynamometer

Salam,
bengkelsepedamotor

Tenaga Kuda (HP)

tuneup858_001

Kuda adalah sahabat manusia, sudah sejak jaman dahulu membantu meringankan pekerjaan manusia. Ketika revolusi industri pertama terjadi akhir abad 18, terjadi peralihan dari penggunaan tenaga manusia dan hewan, digantikan oleh tenaga mesin. Pada tahun 1781 insinyur Skotlandia bernama James Watt pemegang hak paten mesin yang merubah tenaga uap menjadi tenaga putar.

Lanjutkan membaca “Tenaga Kuda (HP)”