Tenaga Kuda atau Torsi

Apakah hubungan antara Torsi dan Horse Power (tenaga kuda) yang ada dibrosur penjualan sepedamotor ?

Tanah dijual dengan satuan luas – meter persegi, satuan luas ini didapat dari hasil perkalian ukuran panjang dan lebar. Tergantung kebutuhan ada yang ingin tanah bentuk bujur sangkar, atau ada yang menginginkan bentuk persegi panjang dengan satuan luas yang sama; misal 10mx10m = 100m2 atau 5mx20m = 100m2.
Luas tanah adalah hasil hitung, bukan hasil ukur.

Pada mesin motor bakar yang menentukan tenaga adalah kapasitas volume silinder (bore x stroke), Kapasitas mesin 100cc, 150cc, 250cc, 750cc, tenaga ledakan diatas piston ini yang mendorong big end connecting rod (crank pin, pen kruk as), dikali jarak antara crank pin dengan crank shaft (1/2 stroke) dihasilkan nilai torsi (tenaga putar) dengan satuan kg.m/N.m/ft.lb pada poros output mesin motor bakar.
Foto dibawah ini adalah mesin sepedamotor, poros output adalah lingkaran ditengah foto berwarna coklat (setelah melepas roda belakang dan transmisi).
tuneup858_2020_01_28

Kapasitas mesin sama 250cc namun bore x stroke beda, akan menghasilkan angka torsi yang berbeda.
Tenaga ledakan ruang bakar mesin 250cc yang diteruskan oleh panjang lengan (1/2 stroke) menghasikan angka torsi.


sumber: https://motocrossactionmag.com/250-dyno-shootout-who-makes-the-most-who-makes-the-best/
Tabel diatas adalah 6 Merek MotoX kelas 250cc dengan rentang angka torsi 19,35 ~ 20,73 ft-lb.
Angka torsi ini didapat dari mesin 4 langkah silinder tunggal, ada 1 langkah tenaga setiap 720 derajat putaran poros engkol.
Untuk mesin 250cc 2 silinder ada 2 langkah tenaga dari 125cc setiap 720 derajat putaran poros engkol.
Untuk mesin 250cc 4 silinder ada 4 langkah tenaga dari 62,5cc setiap 720 derajat putaran poros engkol.
Masing-masing desain mesin menyesuaikan beberapa tujuan; penggunaan, efisiensi, daya tahan, gaya, dll.

Horse Power adalah hasil perhitungan dari torsi dikalikan kecepatan,

{\displaystyle P[{\text{hp}}]={\frac {T[{\text{ft}}\cdot {\text{lbf}}]\times N[{\text{rpm}}]}{5252}}.}sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Horsepower

Rumus diatas adalah perhitungan HP dari perkalian Torsi dengan RPM pada poros engkol, diukur oleh produsen dengan alat engine dynamometer, hasil ini yang dicantumkan dibrosur penjualan sepedamotor.
Praktek di bengkel pengukuran POWER dilakukan pada roda belakang dengan alat ukur chassis dynamometer setelah melewati sistem transmisi.
Angka hasil pengukuran Torsi Roda Belakang (rear wheel torque) besar, dan angka rpm kecil karena sudah melewati rasio transmisi.

Chassis dynamometer mengukur kekuatan torsi roda belakang, mengukur kecepatan roda belakang kemudian menghasilkan perhitungan Horse Power.
Pengukuran dengan posisi gigi transmisi manapun hasil perhitungan HP tetap sama, torsi besar dikali kecepatan rendah (gigi 1) = torsi kecil dikali kecepatan tinggi (gigi 6).
Mengganti rasio tidak merubah HP, hanya merubah torsi dan kecepatan, misalnya memperbesar sprocket belakang.

Hasil perhitungan HP Chassis dynamometer lebih kecil dibandingkan HP brosur penjualan karena titik ukur torsi berada diroda belakang, torsi awal dari poros engkol sudah melewati bagian-bagian transmisi, sudah melakukan kerja antara lain memutar poros transmisi, melawan gesekan, melepas panas.

Kesimpulan, Torsi diukur, Kecepatan diukur, HP dihitung, pakai komputer supaya langsung muncul grafiknya, seperti hasil dibawah ini.
CB150R3rd
*Dyno Torque = Torsi yang diukur oleh dyno roller hasil Torsi roda belakang, hasil dari AXIS dyno model VX-12.

Semoga bermanfaat,
salam bengkelsepedamotor/TuneUp858

Silahkan berkomentar, Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s