Mesin DOHC dengan Roller Rocker Arm

bengkelsepedamotorSedang merapihkan sepedamotor jaman dahulu buatan tahun 1985 (Winoue), sampai pada bagian pasang kepala silinder pasang pelatuk klep – rocker arm, bagian yang seperti jungkat-jungkit mainan anak TK, naik-turun meneruskan gerak bentuk tonjolan poros bubungan – camshaft.
Dengan semakin maju rancang bangun dan bahan maka pabrikan dapat meningkatkan efisiensi mesin yang digunakan oleh sepedamotor. Dengan peningkatan efisiensi maka akan makin banyak tenaga hasil pembakaran yang dapat disalurkan ke roda belakang. Produsen sepedamotor bukan bengkel modifikasi yang meningkatkan tenaga dengan ganti knalpot (berisik), filter udara yang lebih lancar, perbesar kapasitas mesin (bore-up, stroke-up) ada batasan dan aturan dasar yang harus tetap ditaati oleh produsen sepedamotor. Batasan pertama adalah kapasitas mesin, misalnya kelas 100cc, 150cc, 250cc, jadi kapasitas mesin tetap, kemudian harus kuat, aman, tahan lama, dan lolos uji laik darat dari dinas yang berwenang supaya bisa dapat plat nomor dan digunakan aman di jalan raya umum.
Efisiensi adalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan modal yang sama, sekarang kita fokus ke bagian penggerak katup, valve train.
Motor bakar siklus Otto yang paling effisien adalah yang menggunakan sistem penggerak katup OHV – Over Head Valve karena kubah ruang bakar dapat dibentuk kecil, kompresi mesin tinggi, tenaga maksimal.
Efisiensi OHV :
– Poros bubungan (camshaft) dipindah dari posisi bawah ke atas, jadilah OHCOver Head Camshaft, efisiensi mengurangi berat beban kerja mekanis yang bekerja bolak-balik, batang penekan (push rod) pada mesin OHV dihilangkan.
– Poros bubungan ditambah 1 lagi, total menjadi 2 buah, lahirlah istilah DOHC – Double Over Head Camshaft dan SOHC – Single Over Head Camshaft , efisiensi mengurangi berat beban kerja mekanis yang bekerja bolak-balik, pelatuk klep pada mesin OHC dihilangkan, ruang bakar/kompresi dapat dibuat lebih kecil, busi dapat ditempatkan pada posisi tengah ruang bakar, ledakan pembakaran lebih merata menekan piston.
– Jumlah katup ditambah, katup masuk 2-3 buah, katup buang 2 buah per silinder; 4/5 kecil lebih ringan daripada 2 besar, efisiensi volume udara bahan bakar yang masuk/keluar juga lebih baik.
Efisiensi lanjutan… setelah menghilangkan beban mekanis kini giliran mengurangi gesekan :
– Pelatuk klep pada mesin SOHC dipasang Roller (bearing), camshaft yang dahulu langsung menggesek pelatuk klep sekarang dapat berputar lebih ringan, lebih banyak hasil tenaga mesin disalurkan ke roda belakang.
DOHC walaupun lebih sedikit kerugian beban mekanis bolak-balik namun gesekan antar komponen cukup lumayan, gesekan camshaft dengan valve lifter (bucket), kemudian gesekan valve lifter dengan kepala silinder, valve lifter ini juga beban mekanis bolak-balik.
DOHC dengan rocker arm pernah diterapkan oleh Kawasaki GPX250R, kemudian diganti dengan valve lifter.

roller rocker arm
sumber: Workshop Manual HONDA CRF250L – 2013

roller rocker arm
sumber: Workshop Manual HONDA CRF250L – 2013

DOHC dengan Roller Rocker Arm
Apakah ini langkah mundur, sudah DOHC kembali pakai rocker arm ?
Jaman makin maju ya jangan mundur, buka hati dan pikiran kita maju terus…
Roller Rocker Arm yang dipakai beda:
– Roller dan Penekan Katup berada pada satu sisi yang sama, tidak jungkat-jungkit, lebih mirip ayunan, Poros-Roller-Katup, beban mekanis bolak-balik berkurang separuh.
– Satu Rocker Arm menekan 2 katup, cukup satu profil camshaft untuk intake, satu profil untuk keluar, gesekan berkurang.
– Profil Camshaft dapat dibuat lebih landai karena ada rasio rocker arm, tinggi angkatan/bukaan katup tetap besar seperti cam profil tinggi yang langsung menekan valve lifter, gesekan berkurang.
Bonus tambahan :
– Sudut antara katup masuk & katup buang lebih kecil, ruang kompresi makin kecil, kompresi tinggi.
– Tidak perlu Valve Lifter, beban mekanis bolak-balik berkurang, gesekan berkurang.

JADI dengan DOHC RRA, hasil tenaga mesin dari pembakaran lebih sedikit dipakai untuk valve train, dan masih banyak bagian lain yang dapat diefisienkan.

bengkelsepedamotorDOHC yang pakai Valve Lifter bagaimana ?
Penggunaan DOHC dengan Valve Lifter lebih ke arah mesin putaran tinggi, power maksimal di rpm tinggi, untuk kondisi jalan yang tidak macet, yang belum DOHC atau belum RRA, juga baik-baik saja, tidak perlu resah, tetap semangat dan bahagia.
Tidak semua keinginan dapat dipenuhi oleh satu model, masing-masing ada kelebihan dan kekurangan, pilih yang paling cocok dengan kebutuhan, karakter dan paling utama sesuai dengan kantong anda.

Referensi tambahan:
DOHC Pertama
Mesin Skutik Efisien
Kawasaki DOHC dengan Rocker Arm

Salam,
bengkelsepedamotor

logo

9 thoughts on “Mesin DOHC dengan Roller Rocker Arm

  1. mohon pencerahaneee akang akang..
    apakah dohc rra rpmnya bisa melebihi dohc tanpa rra…????
    soalnya setau saya all new cb rpm turun di banding cb old.
    apa mungkin all new cb square.

Silahkan berkomentar, Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s