Jalur Khusus Sepedamotor

Hore… ada lajur khusus sepedamotor di jalur lambat, yang bukan sepedamotor WAJIB di jalur cepat dan tidak usah menyalakan lampu.

Namun sayangnya sementara ini jalur lambat masih diisi oleh kendaraan selain sepedamotor jadi sepedamotor acak-acakan deh masuk ke jalur tidak lambat, padahal sepedamotor memang tidak lambat, walaupun kapasitas mesin 100cc masih boleh lebih cepat berakselerasi dibandingkan mobil 1500cc bisa dibuktikan di setiap lampu lalulintas berubah menjadi warna hijau sepedamotor akan melesat lebih dahulu, jadi kenapa dikasih jalur lambat yah ?

Kalau jalannya lebar dan tidak ada garis putih pemisah jalur/lajur, kalau ada sepedamotor di kanan tidak apa-apa kan masih satu jalur terserah mau dikiri, ditengah atau dikanan, asal jangan melawan arus, itu tidak boleh.

Ayo dukung jalur khusus sepedamotor !!! Trans Jakarta (banyak yang bilang Busway) sudah punya dan tidak boleh diserobot, Mobil sudah pasti ada, bahkan sepeda onthel juga sudah dibuatkan jalur khusus.

Mari tertib lalu-lintas sepedamotor gunakan lajur khusus yang disediakan (nanti), dan nyalakan lampu utama di siang hari, berkendara dengan aman.

Salam,

bengkelsepedamotor

7 thoughts on “Jalur Khusus Sepedamotor

  1. Wah… Negara mana yang dah plikasi ini mas imam?

    Ya negara tercinta kita ini yang banyak aturannya tapi pelaksanaannya masih belum…

    *mas imam lebih sering brojolin artikel, saya dah langganan umpan di web ini🙂

    Terimakasih Bro, saya makin semangat nih… nulis yg teknis aja yah…

  2. betul setuju. harusnya bila ada peraturan demikian, kendaraan lainnya jangan masuk jalur ini, namun hal ini sama sekali tidak mungkin karena jalur kiri di indo adalah jalur perhentian berbeda jika jalur kanan adalah yang perhentian.

    Indonesia (Jakarta) unik Bro, dikiri berhenti (parkir), dikanan juga berhenti Trans Jakarta, yang ditengah acak-acakan… lihat garis putih dan ikuti (kalau ada) aja susah…

  3. wah kalo jalur lambat ga boleh lewat mobil, susah dong mas kalo mau ke pinggir/toko2 pinggir jalan.

    Wah jangan tanya ke saya dong, silahkan tanya kepada Bapak-bapak yang buat/pasang aturan plang diatas😀 (pakai WAJIB pula), sudah tahu jalur lambat itu tempat berhenti/parkir mobil koq sepedamotor di WAJIB kan lewat disitu😀

  4. halo mas (atau om?)…
    sebelumnya saya minta maaf, karena komen saya ini ga ada hubungannya ama artikel diatas. Saya hanya menggunakan artikel ini supaya bisa nulis surat ke mas/om aja. Mohon dimaafkan ya om…
    Jadi gini, saat ini saya sedang mencari info mengenai pemasangan relay untuk motor CB saya yang sudah dipasang lampu H4. Lalu saya googling di internet dan mendapatkan beberapa blog yang memposting masalah relay ini. Namun, yang membuat saya tertarik adalah ada komen dari om “bengkelsepedamotor” mengenai pemasangan 2 relay kaki 4 dapat diganti dengan 1 buah relay kaki 5 (yang ada kaki 87a-nya).
    Saya tertarik dengan penggunaan 1 buah relay 5 kaki tersebut karena (mungkin) bisa lebih murah ongkos komponennya dan tidak memakan banyak tempat di motor CB. Yang saya tanyakan, apakah dengan memakai relai kaki 5 juga bisa tetap menggunakan lampu dim? kalopun bisa, rangkaiannya gimana ya om?
    Makasih ya om…

    Silahkan lihat di http://www.facebook.com/bengkelsepedamotor saya buatkan diagram dan bisa interaksi komentar dibawah diagram-nya.
    Salam,
    bengkelsepedamotor

  5. saya sudah download skemanya di fesbuk om, n dalam waktu dekat akan saya coba. Tap masih ada kebingungan untuk pemasangan lampu jauhnya: pada waktu normal (saklar lampu jauh ‘on’) dan saat mengaktifkan lampu dim. But anyway, akan saya coba dulu aja untuk ngelihat hasilnya… Trimss….

Silahkan berkomentar, Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s