PERBANDINGAN KOMPRESI

PERBANDINGAN KOMPRESI cuma TEORI ???

downdraft.jpg Dari sejumlah data spesifikasi teknis yang terdapat dalam brosur sepedamotor (atau mobil), ternyata ada satu data teknis yang ternyata bukan keadaan sesungguhnya.

Jika data panjang kendaraan, lebar kendaraan, diameter piston, langkah piston dan lain-lain merupakan hasil pengukuran dari wujud sesungguhnya, perbandingan kompresi yang dicantumkan oleh semua brosur ternyata bukan keadaan sesungguhnya.

Apakah brosur spesifikasi menipu ?

Kondisi yg dihitung untuk membuat spesifikasi:

Perbandingan volume saat posisi piston paling bawah TMB (volume silinder+volume ruang bakar), dibandingkan dengan volume saat posisi piston paling atas TMA (volume ruang bakar).

Rumus untuk menghitungnya:

cr.jpg

b = bore – diameter piston

s = stroke – langkah piston

Vc = volume of the combustion chamber – termasuk gasket kepala silinder, ini adalah volume paling kecil dimana campuran bbm & udara dikompresi sebelum pengapian.

Karena bentuknya yg beragam maka lebih cenderung diukur menggunakan buret daripada dihitung walaupun dapat, menghitung rumit, toh diukur hasilnya juga sama.

Kenyataan pada mesin:

  • Katup masuk belum menutup (profil camshaft mempengaruhi) saat langkah kompresi dimulai, saat piston bergerak dari TMB menuju TMA, menyebabkan volume silinder menjadi lebih kecil, mestinya data spesifikasi perbandingan kompresi yang lebih rendah.

Contoh:

Satria FU 150 perbandingan kompresi 10,2:1 tekanan kompresi 15,0 kgf/cm2

CBR 600 RR perbandingan kompresi 12,0:1 tekanan kompresi 12,5 kgf/cm2

Memang contohnya berbeda total kapasitas mesin, tetapi perbandingan kompresi dihitung, tekanan kompresi diukur per satuan silinder jadi kedua contoh diatas sama-sama memiliki kapasitas 150cc per silinder, walaupun CBR mempunyai data spesifikasi kompresi 12,0:1 tetapi saat diukur tekanan kompresi didapat 12,5 kgf/cm2 justru lebih rendah 2,5 kgf/cm2 dibandingkan Satria FU 150 yang perbandingan kompresi-nya lebih rendah.

Hal yang mirip juga terjadi pada mesin 2 langkah, pada mesin yang sama jika dilakukan modifikasi pada bibir saluran buang – diperbesar- maka silinder head harus dipapas, atau ganti gasket yang lebih tipis supaya kompresinya naik, apa iya ????? secara teori perhitungan memang naik, tetapi kenyataanya piston menjadi lebih lambat menutup saluran buang.

  • Putaran mesin tidak selalu sama, kecepatan aliran udara yg masuk dalam mesin (rpm tinggi akan lebih cepat), mestinya angka perbandingan kompresi dinyatakan bervariasi, semakin tinggi berdasarkan putaran mesin.
  • Bentuk saluran masuk “side draft” atau “down draft” , down draft akan mempunyai perbandingan kompresi yang lebih tinggi karena effisiensi aliran BBM & udara serta juga bantuan efek grafitasi.
  • Panjang connecting rod yang berbeda juga berpengaruh terhadap perbandingan kompresi, walaupun bore sama, stroke sama, cam profile sama.

Kesimpulan:

Walaupun PERBANDINGAN KOMPRESI bukan keadaan sesungguhnya di mesin tetapi itulah yang secara “ TEORI TEKNIK” kita sepakati, sehingga angka itulah yang kita lihat di brosur spesifikasi kendaraan, setidaknya memberikan gambaran secara kasar kira-kira kemampuan mesin tersebut.

Maaf WYSINWYG (what you see is not what you get).

“Berbahagialah orang yang percaya walaupun tidak melihat”

salam

bengkelsepedamotor

Sumber tulisan:

–          http://en.wikipedia.org/wiki/Compression_ratio

–          Pedoman Pemakaian dan Perawatan SUZUKI Satria FU 150 (99920-00044-01)

–          Service Manual HONDA CBR 600 RR model year 2003.

HOME

ARSIP