Piggyback

EFI – PIGGY BACK untuk Sepedamotor

by bengkelsepedamotor

img_2179.jpgKarena suatu saat semua sepedamotor akan menggunakan EFI.

Hal tersebut diatas terjadi bukan karena diperingatkan oleh salah satu produsen sepedamotor dalam iklannya tetapi karena kesepakatan peraturan globalisasi tentang emisi gas buang yang harus dipatuhi oleh semua produsen otomotif di dunia.

Sebelum membaca lebih jauh ada baiknya membaca dan memahami tulisan sebelumnya tentang EFI untuk Sepedamotor, khususnya mengenai nama komponen dan fungsinya.

PIGGY BACK kalau menurut kamus (kamus saya) artinya menggendong dibelakang.

Arti harafiah karena piggyback ini umumnya diletakkan diatas/digendong ECU bawaan pabrik, khususnya piggy back yang mempunyai kemampuan untuk memodifikasi tabel AFR maupun saat pengapian.

Sesuai kebutuhan modifikasi mesin yang telah dilakukan, seperti sewaktu masih pakai karburator ganti slow jet, jet needle + needle jet, main jet, atau menggeser pick-up coil untuk memajukan saat pengapian lebih canggih lagi tukar CDI yang kurva pengapiannya dapat diubah, namun sekarang bedanya semua hal tersebut dilakukan secara digital.

Piggy back minimal mempunyai 3 soket;

2 soket kabel sesuai soket ECU dan kabel utama (main harness), sehingga semua kabel yang berhubungan dengan ECU melewati soket Piggyback lebih dahulu.

1 soket untuk koneksi ke PC untuk merubah tabel AFR (ganti jet/spuyer) dan tabel pengapian (geser pick-up coil, kurva pengapian) secara digital di layar monitor.

Jadi lebih ringkas dan cepat, tidak pakai obeng atau ada bensin berceceran saat membuka mangkok karburator, tinggal colok, pakai laptop, ganti spuyer deh, tidak ada istilah ukurannya tidak ada, bahkan ukuran “spuyer digital” bukan #40, #45, mau pakai ukuran #40,22 juga bisa.

Seperti team MotoGP, mekanik saat persiapan sebelum warm-up lap ada yang bawa laptop, colok, cek, kalau ada perubahan kodisi atau cuaca tinggal copy, paste tabel yang paling sesuai dari kumpulan tabel-tabel saat latihan, tapi yang ini map AFR langsung di ECU bukan pakai Piggyback. (Tulisan ECU aftermarket menyusul).

Kali ini yang dibahas adalah Piggyback yang hanya mengubah AFR, untuk memodifikasi sinyal atau keluaran yang dikirim oleh ECU kepada INJECTOR.

Lebih sederhana tidak usah pakai PC atau Laptop soket tempat coloknya nggak ada.

PAKAI OBENG, masih pakai obeng untuk penyetelan “Spuyer Digital”.

img_2177.jpg

Gambar 1.

Dari gambar tersebut nampak ukuran “piggy back” dibandingkan ukuran uang kertas latar belakangnya.

Soket yang nampak adalah sepasang soket yang sama dengan soket kabel INJECTOR, jadi semua perintah dari ECU akan masuk dahulu ke alat ini kemudian baru ke INJECTOR.

img_2179.jpg

Gambar 2

Terdapat 6 kotak potensiometer berwarna biru dengan bagian tengah yang dapat diputar, hasil maksimal yang didapat dari alat ini adalah 40% (-10% ~ 40%) khusus untuk Accelerator Pump 100% (0% ~ 100%) dari kondisi standar perintah ECU.

Misalkan secara digital main jet ukuran # 100 jika potensiometer mainjet diputar searah jarum jam sampai maksimal digital main jet menjadi ukuran #140.

Hemat nggak usah punya koleksi spuyer lagi.

Detail kegunaan potensiometer:

  1. Slow Jet Digital
  2. Jet diantara #1 dan #3
  3. Needle Jet Digital
  4. Jet diantara #3 dan #5
  5. Main Jet Digital
  6. Accelerator Pump, untuk tambahan BBM jika grip gas dibuka tiba-tiba seperti pada karburator tipe CV (karburator dengan skep vakum).

Yang perlu diperhatikan alat ini sensitif dan tubuh manusia mengandung aliran listrik statis (electrostatic), sebelum memutar potensiometer, pegang bagian logam sepedamotor, ground atau terminal negatif baterai/accu/aki, untuk menghindari kejutan listrik statis yang dapat merusak komponen didalamnya.

Semoga bermanfaat.

Salam,

bengkelsepedamotor

INFO TABEL AFR & PENGAPIAN

Tabel 2 dimensi untuk jenis EFI Alpha N :

sumbu X – Posisi Throttle dari Throttle Sensor,

sumbu Y – Kecepatan putaran mesin dari Crank Sensor.

Tabel 3 dimensi untuk jenis EFI Speed Density :

sumbu X – Posisi Throttle dari Throttle Sensor,

sumbu Y – Kecepatan putaran mesin dari Crank Sensor,

sumbu Z – Tekanan saluran manifold / Engine load dari Inlet Air Pressure Sensor.

Dua jenis EFI yang umum digunakan oleh sepedamotor, untuk mobil lebih umum menggunakan jenis EFI Mass Air Flow.

Catatan:

Tulisan ini untuk referensi saja, saya tidak menganjurkan untuk merubah setting pabrik yang mengakibatkan kadar polusi gas buang meningkat, tidak ada hubungan dengan produk atau produsen otomotif manapun, saran dan kritik silahkan klik disini.

8 thoughts on “Piggyback

  1. Mohon PERHATIAN,

    Produk ini bukan yang dijual di Kaskus, walaupun ada link yang menuju ke tulisan ini dari lapak di KasKus TETAPI bengkelsepedamotor tidak ada (belum ada) hubungan dengan produk maupun penjual piggyback V-Ixion di KasKus.

    Terimakasih atas perhatiannya.

    salam,
    bengkelsepedamotor

Silahkan berkomentar, Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s