Speedometer Akurat = Tachometer

Speedometer; pencatat, alat ukur kecepatan, adalah alat yang dapat menghitung nilai kecepatan berdasarkan satuan waktu. Nilai yang umum dipakai untuk kendaraan darat adalah kilometer per jam, atau mil per jam.

Speedometer yang terpasang di kendararaan bukan alat ukur kecepatan yang akurat, tetapi adalah alat ukur kecepatan yang berfungsi sebagai indikator keselamatan

Pada kondisi jalan atau situasi tertentu disyaratkan kecepatan maksimal, karena hal tersebut, maka speedometer selalu menunjukkan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan sesungguhnya, toleransi ke arah kecepatan lebih tinggi (akan menurunkan ongkos produksi karena tidak usah akurat, boleh meleset Max 10%) jadi jangan gunakan speedometer untuk mengukur kemampuan kecepatan sepedamotor.

Pakai tachometer (penunjuk kecepatan putaran mesin) untuk mengukur kecepatan sepedamotor yang akurat, prinsip kerjanya menghitung jarak tempuh roda belakang (keliling roda belakang) dikali putaran roda belakang yang berhubungan dengan putaran mesin.

Berikut ini cara menghitung kecepatan sepedamotor dengan tachometer

- Ukur keliling tapak roda belakang (tidak masalah walaupun ban sudah aus atau ganti ukuran)

posisikan pentil pada jam 6, beri tanda ke-1 di lantai/jalan, dorong sepedamotor sampai posisi pentil kembali ke posisi jam 6, beri tanda ke-2, ukur jarak antara tanda ke-1 dan ke-2; gunakan satuan cm kemudian konversi ke kilometer.

Misal didapat jarak antara tanda ke-1 dan ke-2 (keliling roda) = 180 cm = 0,00180 Km

- Hitung Rasio Putaran Mesin dengan Putaran Roda Belakang / Total Reduction Ratio (karena putaran roda belakang tidak secepat putaran mesin).

Total Reduction Ratio

Z2/Z1 Primary Reduction – Gigi pada crankshaft dengan gigi pada rumah kopling.

Z4/Z3 Transmission Gear – Pilih perbandingan posisi gigi tertinggi untuk menghitung top speed.

Z6/Z5 Secondary Reduction – Jumlah mata/gigi Sprocket belakang dibagi sprocket depan.

Zx = x, angka ganjil = poros pemutar, angka genap = poros diputar

- Rumus Total Reduksi Rasio TRR = Z2/Z1 x Z4/Z3 x Z6/Z5

Contoh:

Kawasaki Ninja

Putaran mesin yang dibaca oleh tachometer = 10.500 rpm = 630.000 putaran per jam (10.500 x 60 menit)

Keliling roda belakang = 180 cm = 0,00180 Km

TRR = 8,497

Primary Reduction = 72/22

Transmission Gear = 19/22 (top gear, gigi ke-6)

Secondary Reduction = 42/14

Jadi awal 630.000 putaran di mesin per jam tinggal menjadi 74.298,246 putaran di roda per jam (630.000 / 8,497).

Tinggal dikalikan dengan keliling roda belakang:

74.298,246 x 0,00180 = 133,737 km/jam

Selamat berhitung kecepatan maksimum sepedamotor anda berdasarkan putaran mesinnya.

Makanya sepedamotor balap ukuran tachometer lebih besar dari speedometer :D

PERHATIAN: JALAN RAYA UMUM BUKAN TEMPAT MENCOBA KECEPATAN MAKSIMAL SEPEDAMOTOR

salam bengkelsepedamotor

36 thoughts on “Speedometer Akurat = Tachometer

  1. Itu spec ninjaRR kan,

    Berarti ninjaRR pada rpm 10500 bisa melaju 133.737kmh

    Sebagai perbandingan saya pernah coba pulsar200 pada 5000rpm, di gps garmin tercatat 65kmh.
    Misal dipacu pada 10500rpm harusnya bisa melaju 136.5kmh
    cmiiw

    Saya jamin hitungan ini lebih akurat dari GPS :)

  2. @Imam
    mas,pengertian keliling roda itu seperti apa ya?
    tachometer biasanya ambil dari mana?
    terima kasih

    Keliling roda adalah jarak yang ditempuh oleh roda saat menggelinding satu putaran dimana posisi tapak yang sama kembali menyentuh permukaan jalan.

    Tachometer maksudnya ambil pengukurannya? ada yang mekanis pakai kabel dari camshaft atau crankshaft (Merzy 200, atau GL lama), atau yang elektronis ambil dari CDI atau ECU hasil pembacaan dari crank sensor, atau pulsa pengapian yang dikirim ke busi seperti alat ukur RPM external yang dijepitkan di kabel busi

    Terimakasih juga

  3. mumet aku. tachometer kan buat ngukur RPM ya. nah cara kerja buat RPM gimana?

    Tachometer menghitung putaran mesin, satuannya Rotation Per Minute, salah satu cara kerjanya adalah menghitung jumlah pengapian per satuan waktu.

  4. ditinggal ngitung speed,ono tronton liwat ra weruh..

    Ngitungnya nanti di rumah sambil ngopi, pas jalan geber sampai rpm maksimal baru dilihat mentok di rpm berapa?
    Perhatian: jangan lihatin rpm terus menerus, dan tes top speed bukan di jalan raya umum.
    Terimakasih

  5. apakah mungkin bisa terjadi RPM terus naik tapi topspeed udah mentok ???

    Bisa ada kemungkinan kecepatan putaran roda TIDAK bertambah (top speed mentok) tapi RPM terus naik…. penyebabnya adalah KOPLING SELIP :(
    Lihat gambar ke-2 pada reduksi primer (Z2/Z1) ada kopling

  6. motor matic gimana ?

    Untuk motor matic harus diasumsikan bahwa:
    – Kopling sentrifugal-nya tidak selip, 100% putaran mesin diteruskan ke ban belakang.
    – Rasio V-belt pada top speed adalah 1:1

    Tinggal hitung reduksi putaran di final gear (gigi yang menggunakan pelumas gear oil), hanya disini putaran mesin berkurang (dibagi) menjadi putaran roda belakang, jangan lupa ukur keliling roda belakangnya (biasanya lebih kecil).

    Terimakasih,

  7. semakin besar keliling roda top speed semakin besar, jadi kalo pake ban ring 18 top speed lebih gede dari ring 17?

    Ya betul, dengan syarat RPM tetap dapat masuk sampai 10.500 (powernya masih kuat) atau tukar Z6 (sprocket belakang) dengan ukuran yang lebih kecil adar nilai pembagi (TRR) mengecil, sehingga akan lebih banyak putaran yang sampai ke roda belakang -> Top Speed naik.

  8. Kalaw v ixion gant! R!ng velk yang leb!h bsar brart! Akan menambah top speed gak bro….? Cm!!w

    ganti sprocket belakang aja yang lebih kecil… sama koq efeknya

  9. bro,

    apakah penggantian gear belakang dg ukuran yg lebih kecil fungsinya sama dengan penggantian gear depan yg ukuranya lebih besar?

    Ya betul, tapi tetap hitung Z6/Z5 hasilnya berapa, karena penggantian gir belakang dikurangi 1 gigi tidak sama dengan kalau gir depan ditambah 1 gigi.

    kalo menurut ane, boleh-boleh saja tes top speed dijalan raya, asal….jalanannya sepi (misal kanan-kirinya hutan atau sawah), aspalnya bagus, jalan satu arah dan gunakan safety gear yang lengkap dan tes top speednya bertujuan hanya untuk mengetahui performa maksimal motor (kalo perlu didokumentasikan) he.. …he..he..salam bikers..

    Ha…ha…ha… No comment, kalau paparan kondisi jalan yang dijelaskan diatas nama pendeknya SIRKUIT deh, :D

  10. gimana dengan posisi di gear 1 s/d (top gear – 1) bro?
    kalo rumusan masih sama kan bisa disensing saat ini pake gear berapa,tinggal diumpan hasilnya ke LCD

    Untuk posisi gigi 1 tinggal diganti angka Z4/Z3, kalau nanti hasilnya diumpan ke LCD juga bisa artinya LCD menjadi SPEEDOMETER, namun perlu dikalibrasi lagi kalau gir belakang diganti (Z6/Z5) atau diameter roda belakang berubah (kempes pun pengaruh).

  11. Oittss Imam,How are you doing?Is dat your bike?

    I am doing fine, relaks nothing to do just hanging arround like monkey :D, the top most (banner/header) yes that is my latest one, CB 100 year 1980.
    How are you, how about your VESPA project?

  12. Berarti ini di anggap kopling ga slip 100%?

    Iya, karena kalau koplingnya selip putaran mesin tidak 100% diteruskan ke roda belakang, dan satu lagi ban belakang dengan jalan (track) tidak selip.

  13. Technical spec diatas punya kawasakasi ninja R (ada di websitenya).
    Berdasarkan spec tsb diketahui ukuran roda belakang adalah 17-110/80, jadi keliling lingkar roda belakang adalah 161.082 cm atau 0.00161082 km.
    dan bila lingkar roda tersebut dikalikan dengan putaran mesin yang sampai diroda belakang (berdasarkan rumus diatas) maka TOP SPEED Ninja R hanya mencapai 119.686 KM/Jam……
    Artinya real speed sangat berbeda dengan tampilan speedo meter-nya yang bisa mencapai 160-170 KM/Jam….apakah demikian ?

  14. assalamualaikum ………… salam bikers !!!!!!!!
    aq punya motor ninja r ,,,, mau tanya kalau ukuran gear yang mantap buat jarak 1km – 2km harus pake ukuran berapa yach ???????

    mkasih ……

  15. Permisi,
    semisal kita akan membuat speedometer sendiri, sdah dpat menghitung jarak tempuh,
    bagaimna menghitung kecepatanya ?
    pembanding waktu dan rumus kecepatan yang tdak stabil bagaimana z ?
    Trimaksih .

  16. sy pengguna ninja rr mohon infonya. tau knapa rpm susah sekali turunya, pas di kopling rpm malah naik, dikendorin bru rpm turun. jd yang masalah dimananya ya?
    dimohon infonya..

  17. mas mw tanya.. utk ngitung kcepatan saya liat anda ‘ngurut’ dari ban-gir sprocket-transmisi-gir rumah kopling-Gir crankshaft. yang mana gir crankshaft ikut brputar dengan putaran bandul, lagi.. bandul di putar dengan tenaga dari ruang bakar (gtu kan).secra msk akal jg.
    yg jdi prtanyaan sya apkah sistem ini juga berlaku pada motor bebek ? (trutama gir crankshaft yg gerakin gir rumah kopling)

  18. Pingback: Kawin Silang Artikel: Limit RPM dan Kecepatan Puncak Kendaraan Kita « umarabuihsan blog

  19. secara teoritis mmg spt itu,tp dalam kenyataan itu tidak benar alias ngaco! tachometer rpm hanya untuk putaran mesin, kalo untuk putaran roda (kecepatan/km nya) sudah ada sendiri dengan spedometer KM/h. kalo taco rpm digunakan untuk Km/h dgn hasil yg sama itu mustahil karena ada faktor2 kerugian dari “kampas kopling”!. jd hasil perhitungan ini hanya membuang2 waktu saja dan bikin pusink!

  20. Terimakasih sudah mampir dan membaca, mohon maaf kalau malah membuat pusing, perhitungan diatas didapat saat bengkelsepedamotor belajar dan membantu GP Factory Racing Team (Indonesia dapat wildcard) motor yang digunakan TZ 125 tidak memakai speedometer tapi hanya tachometer.
    salam,
    bengkelsepedamotor

  21. syukurlah smg yg punya ninja rr makin melek kl top speednya ga nyampe 150 km/jam atau ninja r malah ga nyampe 140 km/jam

  22. Untuk motor
    matic harus
    diasumsikan
    bahwa:
    – Kopling
    sentrifugal-nya
    tidak selip, 100%
    putaran mesin
    diteruskan ke ban
    belakang.
    – Rasio V-belt
    pada top speed
    adalah 1:1
    Tinggal hitung
    reduksi putaran di
    final gear (gigi
    yang
    menggunakan
    pelumas gear oil),
    hanya disini
    putaran mesin
    berkurang (dibagi)
    menjadi putaran
    roda belakang,
    jangan lupa ukur
    keliling roda
    belakangnya
    (biasanya lebih
    kecil).
    Terimakasih,

    yamaha lexam
    ratio vbelt ycat: 0.874
    ratio final drive: 2.46 (37/15)
    kel ban : 0.00180km
    rpm :8000rpm (8000×60 jd 480000 rph)

    top speed : ( 480000 / (0.874 x 2.46) )x 0.00180

    = (480000/2.150)x0.00180
    = 223255.81×0.00180
    = 401.86 km/jam what!!!

  23. yamaha lexam
    ratio vbelt ycat: 0.874
    ratio final drive: 2.46 (37/15)
    kel ban : 0.00180km
    rpm :8000rpm (8000×60 jd 480000 rph)

    Ngitungnya sudah bener, tapi data dan faktor reduksi gear dalam mesin belum dihitung,
    Ratio gear diantara vbelt dan final drive yaitu:

    TK115C LEXAM 15C-E6110-00 PRIMARY DRIVE GEAR ASSY (saya tidak tahu jumlah giginya, pasti lebih kecil dari 37T)
    TK115C LEXAM 40D-E6151-00 GEAR, PRIMARY DRIVEN (37T)
    TK115C LEXAM 40D-E7411-00 AXLE, MAIN (12T)
    TK115C LEXAM 40D-E7421-00 AXLE, DRIVE (31T)

    Kalau saya misalkan Primary Drive Gear = 25T akan dihasilkan RATIO = 3.82

    Top speed YAMAHA LEXAM setelah melewati reduksi gear dalam mesin 401.86 Km/h : 3.82 = 105.11 Km/h pada putaran mesin 8000 rpm

    Terimakasih,
    Salam,
    bengkelsepedamotor

  24. Misi Suhu,,mau tanya nih..motor ninja r 150 bisa di pasang tako meter bensin Ǥå[κ̲̲̲̅]‘.?..thnks Уά sebelumnya..

    Bisa.
    Salam,
    bengkelsepedamotor
    logo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s